hasil pilbup situbondo

Situbondo - Surya- Pasangan cabup-cawabup Dadang Wigiarto-Rachmad (Daulad) untuk sementara unggul dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Situbondo, yang diikuti lima pasangan calon, Selasa (22/6). Hal itu terlihat dari hasil perhitungan cepat (quick count) oleh Panwaslu Kabupaten Situbondo.

Informasi yang diperoleh Surya, Selasa (22/6) malam, Daulat yang diusung Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU dan Partai Golkar unggul di 15 kecamatan dengan perolehan 139.627 suara (sekitar 43.92 persen). Pilbup ini dilakukan di 17 kecamatan.

Di bawah Daulat, pasangan yang dijagokan PPP, Sofyan Hadi dan Sukarso (SOKA), unggul di dua kecamatan, yakni Kecamatan Banyuputih dan Asembagus. Mereka mengantongi 106.619 suara (33 persen).

Tiga pasangan calon lain memperoleh suara yang tak signifikan. Hadariyanto-Basonondo menduduki peringkat tiga, Wahyu Teguh Wiyono-Syamlawi Majid peringkat empat, dan pasangan independen Herman- Junaidi peringkat buncit.

Dengan komposisi perolehan suara seperti itu, diprediksi Pilbup Situbondo hanya akan berlangsung satu kali putaran. Namun kepastiannya baru akan diketahui beberapa hari mendatang setelah penghitungan suara tuntas.

Anggota Panwaslu Situbondo, Eko K Kusumo, kepada Antara tak membantah hasil perhitungan cepat. “Namun, tambahnya, hal itu masih bersifat sementara.

Informasi lain, sebanyak 26 pemantau ilegal diamankan oleh para santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Banyuputih, Situbondo, Selasa, (22/6). Mereka mengatasnamakan Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Independen Kerakyatan dan Keadilan Rakyat Indonesia (Fikri), dan Sentra Mahasiswa Demokrat (SMD).

Mereka ditangkap karena diduga menjadi penyusup yang melakukan pengawasan pilbup secara ilegal atas pesanan pasangan tertentu. “Mereka kami tolak karena tidak mengantongi izin dari KPU atau Panwaslu kabupaten,” tegas Suyono Abdul Kadir, petugas keamanan Pesantren Salafiyah Syafi’iyah.

Mengamuk

Untuk menghindarkan para pemantau dari amukan santri, Panitia Pengawas Kecamatan mengevakuasi mereka ke Kantor Kecamatan Banyuputih. Belasan santri, yang mengikuti dari arah belakang, sempat mengamuk dan menggeledah paksa tas para pemantau itu.

Salah satu pemantau, Hariyono, membantah mendukung pasangan tertentu, dan mengaku sudah melayangkan surat pemberitahuan ke KPU. Terpisah, Ketua Panwaslu Situbondo, Irwan Yulianto, kepada wartawan mengatakan, saat diperiksa para pemantau itu membantah dibiayai pasangan calon tertentu dengan tujuan menjatuhkan pasangan yang diusung PPP, Sofwan Hadi-Sukarso

”Sementara belum mengarah terhadap hal yang dicurigai itu (dibiayai calon tertentu, Red). Makanya mereka kami pulangkan,” katanya.

Sedangkan menurut salah seorang anggota KPU Situbondo, Vita Novianti, KPU tidak pernah menerima pendaftaran dari lembaga pemantau mana pun. Sesuai UU Penyelenggaraan Pemilu, katanya, setiap lembaga pemantau wajib mendaftarkan diri ke KPU setempat untuk kemudian diverifikasi oleh KPU.

“Tapi saat pendaftaran dimulai, Desember lalu, tidak ada yang mengajukan surat,” ucapnya.nst6

Dibaca: 57 kali


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut